Home » , , , » Infinix S2 Pro X522 : Bisa Untuk Selife Rame Rame

Infinix S2 Pro X522 : Bisa Untuk Selife Rame Rame

Posted by Media Berbagi on Sunday, September 24, 2017

Infinix S2 Pro dalam Pemakaian Sehari-hari
Rasanya sama sekali tak ada yang salah saat menggunakan Infinix S2 Pro sebagai daily driver saya selama beberapa hari. Mungkin karena dari awal sudah sadar diri bahwa ponsel terbaru Infinix ini masih mengusung processor yang sama dengan produk pertama Infinix yang saya coba dua tahun lalu.

Ya, Infinix masih saja setia dengan Mediatek MT6753. Saya tak tahu pasti alasannya, apakah karena sudah kadung beli banyak dari Mediatek, atau demi memudahkan developer mereka mengembangkan custom UI terbaru Infinix, XOS yang sudah sampai versi 2.2. Nampaknya alasan yang kedua lebih masuk akal, karena beberapa hari setelah unboxing, saya mendapat notifikasi update ke Android 7.0 Nougat secara OTA, walau kemudian sempat gagal download dan saya lanjutkan update dari file lokal, atau yang biasa diistilahkan oleh Infinix sebagai T-card update.
[REVIEW] Infinix S2 Pro X522 : Bisa Untuk Selife Rame Rame
Sejauh yang saya telah coba, Android Nougat berjalan dengan baik di Infinix S2 Pro. Menjalankan aplikasi-aplikasi terasa snappy, termasuk saat harus melakukan multitasking. Dalam kondisi idle, RAM yang terpakai mencapai setengah dari total 3 GB RAM yang dimiliki ponsel ini. Pada task switcher, Infinix masih melanjutkan kebiasaannya dengan menampilkan jumlah RAM terpakai, bukan RAM yang tersedia seperti kebanyakan ponsel lainnya.

Diajak bermain game casual, tak ada kendala yang saya temui pada Infinix S2 Pro. Pun saat diajak bermain game dengan grafis 3D yang memerlukan respon yang realtime semacam game balap dan endless run, masih smooth. Saya tak mencoba meng-install game berat yang ukurannya bergiga-giga, karena selain sadar akan kelas dari smartphone ini, sayang kuota juga sih, hehehe.

Soal suhu, Infinix S2 Pro juga relatif tak mudah panas. Tapi ngga tau deh kalo dia liat mantannya jalan sama pacar baru, panas juga kali ya, bwahaha!

Konsumi daya baterai dari Infinix S2 Pro tergolong biasa saja. Kapasitas 3.000 mAh dari baterainya sanggup mentenagai ponsel ini dari pagi hingga malam. Namun sejauh pemakaan saya, belum pernah menembus 24 jam dalam sekali pengisian daya. Tanpa dukungan fast charging, kita bisa mengisi penuh baterainya dalam waktu sekitar dua jam.

Urusan multimedia, Infinix S2 Pro bisa dibilang biasa-biasa saja. Suara loudspeaker-nya tergolong lumayan, tapi tidak istimewa. Bahkan agak disayangkan, S2 Pro justru tak bisa mendendangkan suara secara stereo seperti pada Infinix Hot 4 Pro, di mana bunyi keluar dari loudspeaker dan earpiece secara bersamaan. Paling tidak, pada volume terkencang pun, suara yang dihasilkan tidak sember, jadi masih sangat bisa dinikmati lah kalau memang Anda tak punya bluetooth speaker.

Fingerprint scanner yang dimiliki Infinix S2 Pro rasanya berukuran sama dengan milik Hot S dulu, dan ini menurut saya ukurannya sedikit kurang lega. Untungnya, akurasinya sangat baik serta responsif. Membuka layar dapat dilakukan dengan instan. Sensor ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tombol shutter saat hendak mengambil foto.


Kamera Infinix S2 Pro
Meskipun lebih mengedepankan urusan selfie rame-rame, rupanya Infinix tak melupakan kualitas dari kamera utama Infinix S2 Pro ini. Saya sampai takjub saat suatu malam di penghujung akhir pekan, saya sekeluarga pergi makan di kedai tak jauh dari komplek rumah. Dalam kondisi cahaya yang cukup pas-pasan, kamera Infinix S2 Pro mampu memproduksi hasil foto makanan yang detail tanpa noise yang mudah terlihat.

Saat kondisi cahaya cukup mah sudah jelas atuh, pasti lebih baik lagi. Namun tak hanya itu, autofokusnya pun tergolong cepat serta memiliki jarak fokus minimal yang cukup dekat untuk dapat digunakan memotret detail bunga misalnya.

Digunakan merekam video pun, kamera utama Infinix yang beresolusi 13 Megapixels ini mampu menghasilkan video dengan kombinasi warna yang hidup. Tapi... Ada tapinya, kamera ini hadir tanpa bantuan stabilization apa-apa, sehingga gerakan sang perekam akan membuat hasil videonya terlihat goyang.

Absennya stabilization ini berpengaruh juga pada hasil fotonya, saya sarankan Anda mengambil foto dengan kedua tangan jika tak terbiasa. Saya beberapa kali mendapati foto agak kabur saat satu tangan digunakan memegang objek, dan satu tangan lagi menekan tombol shutter di layar Infinix S2 Pro. Kekurangannya sepertinya hanya ini saja sih.

Kamera depannya setali tiga uang, hasilnya juga sangat baik, termasuk di kondisi lowlight. Detail masih dapat ditunjukkan tanpa menghasilkan banyak noise.

Lensa ganda pada Infinix S2 Pro bukan dihadirkan untuk menghasilkan selfie yang bokeh. Kedua lensa depan ini beroperasi secara terpisah, di mana satu lensa menghasilkan foto normal, dan lensa lain yang lebih cembung akan menghasilkan foto yang jauh lebih lebar.

Mode professional yang lengkap hadir pada aplikasi kamera bawaannya, namun tak banyak mode dan fitur lain yang bisa kita gunakan.

[REVIEW] Infinix S2 Pro X522 : Bisa Untuk Selife Rame Rame

Thanks for reading & sharing Media Berbagi

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

Popular Posts